Gimana Seh Prospek Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Sekarang Ini...? Apakah Masih Cerah....?


Sebelum kita membahas khusus tentang prospek usaha depot air isi ulang itu cerah atau tidak, sebaiknya kita pahami dulu kalau sebenarnya semua jenis usaha itu prospeknya cerah, asal kita tau ilmunya dan tentunya setelah Allah menghendaki untuk sukses.


   


Baca juga artikel kami yang lainnya :




Karena rejeki itu adalah mutlak hak Allah, adapun tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin dan banyak - banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wata'ala Sang Maha Pemberi Rejeki.


  • Usaha Warung Nasi prospeknya cerah
  • Usaha Grosir sembako prospeknya cerah
  • Usaha Toko Emas prospeknya cerah 
  • Usaha Toko Bangunan Prospeknya cerah 
  • Usaha Pakaian Jadi/Fashion prospeknya cerah 
  • Usaha Bengkel Prospeknya cerah 
  • Usaha Jual Handphone Prospeknya cerahBertani/Berkebun/Berternak prospeknya cerah 

Pokoknya semua jenis usaha di dunia ini cerah...Percaya deh...^_^


 

Aaahhh Jadi Bingung deh... 
Trus jadi pilih usaha yang mana dong...?

Jawabannya :

Pilihlah jenis usaha yang sesuai kemampuan, maksudnya :
  • Sesuaikan dengan ilmu dagang kita, kalau belum punya ilmu sama sekali ya harus belajar dulu, jangan nekat memaksakan diri buka usaha tanpa punya ilmu dasar sama sekali
  • Sesuaikan dengan kemampuan modal, jangan hanya karena menang semangat buka usaha yang langsung besar tapi modalnya minjam sana-sini, ini tidak boleh


Kembali ke Jenis Usaha Depot Air Minum Isi Ulang atau disebut juga Usaha Air Galon, bagaimana prospeknya...?
Tentu juga cerah, dan makin cerah insya Allah.

Ada beberapa alasan kenapa usaha depot air minum isi ulang ini cerah :

  • Sumber air minum yang layak minum sudah sangat terbatas

Kondisi alam kita sudah sangat berubah jauh menurun seiring berkembangnya jaman, kalau dahulu kita masih gampang menjumpai sumber air layak minum bahkan air tersebut bisa langsung diminum dari sumbernya tanpa dimasak. 

Adapun sekarang sumber air layak minum di perkotaan dan pedesaan sudah sangat menurun kualitasnya bahkan sudah tercemar. Ketika sudah seperti ini tidak ada pilihan lain kecuali beralih ke Air Minum Isi Ulang.
  • Pola hidup modern.  

Semakin maju jaman ternyata juga mempengaruhi perilaku hidup menjadi modern. 

Pada perilaku hidup modern ini diantaranya menuntut untuk serba cepat dan praktis, begitu juga dengan urusan minum. 

Tidak seperti dahulu yang masih rajin dan telaten masak air untuk air minum, kalau sekarang tinggal cari yang paktis beli air isi ulang. 

Perilaku hidup modern ternyata tidak hanya di perkotaan, di pedesaan juga suda mengalami pola hidup modern ini. Maka jadilah usaha depot air minum isi ulang ini maju baik di perkotaan dan juga di pedesaan.

  • Air Minum adalah termasuk kebutuhan pokok manusia


Siapa pun, Kapan pun, dan dimana pun manusia membutuhkan air minum.

Yang Pria - wanita, Siang - malam, musim puasa, lebaran, liburan sekolah, musim kampanye, tinggal di Kota, di Desa.

Semuanya butuh air minum.

Maka atas dasar 3 faktor di atas tadi jadilah usaha depot air minum menjadi primadona belakangan ini.

Usaha depot air minum ini sekarang menjamur baik di perkotaan bahkan sampe ke pelosok pedesaan. Baik di daerah yang sumber airnya jelek juga di daerah yang sumber airnya bagus.



***** === ***** 


Bagaimana apa sudah tertarik untuk memulai bisnis depot air minum...?

Eitsss...tunggu dulu...
Sebelum Anda memutuskan untuk membuka usaha depot air isi ulang, bagaiman kalo kita lihat dulu itung-itungan keuntungan per galon dari jualan air isi ulang galon ini.

Apa iya seh jualan eceran harga Rp. 4.000 gitu bisa dapet duit jutaan...
Kalo gitu kita lanjutkan aja ke pembahasan berikut

PERHITUNGAN KEUNTUNGAN JUALAN AIR MINUM ISI ULANG



Secara gampangnya depot air minum isi ulang ada tiga macam :


  1. Depot air pegunungan, menggunakan bahan baku dari Air Pegunungan
  2. Depot air mineral, seringnya menggunakan bahan baku dari Air PAM (PDAM), tapi bisa juga menggunakan dari mata air, sumur bor, sumur korek.
  3. Depot RO Sistem (Reverse Osmosis), sumber airnya bisa dari mana aja seperti air PAM, air sumur bor.

Pembagian jenis depot di atas adalah  untuk menghitung perbedaan harga pokok penjualan per galon dan berapa keuntungan yang bisa di dapat per galonnya. 

Karena beda jenis depot di atas beda hitungan modal pokok per galonya dan beda pula hasil keuntungannya.
Yang paling banyak untungnya adalah jenis depot air mineral : (poin nomor 2)
Setelah itu adalah jenis depot nomor  1, depot air pegunungan
Dan yang agak tipis untungnya dan agak besar resikonya adalah jenis depot dengan sistem RO

Langsung aja kita bahas :





1. Cara Menghitung Omset dan Keuntungan Depot Air Pegunungan


Komponen pertama yang akan kita hitung adalah bahan baku airnya.
Jenis depot ini menggunakan bahan baku dari air pegunungan, beli airnya melalui mobil tangki. 

Untuk kota medan sendiri sumber air pegunungannya adalah air pegunungan sibolangit. 

Dan harga per tangki untuk diantar ke kota medan sendiri beragam harganya, beda-beda tipis sih harganya.

Misal di antar ke daerah Tembung harganya Rp. 380rb, ke daerah Johor/Asrama Haji Rp. 350rb, ke daerah Belawan Rp. 400rb

Volume air per tangkinya pun berbeda-beda juga, ada yang 6.300 liter, 6.500 liter, 6.800 liter, 7.000 liter, dan sebagian kecil ada yang 7.300 liter

Jenis depot air pegunungan termasuk jenis depot air minum yang paling ringan biaya perawatannya, dan hemat biaya listriknya.

Langsung saja kita mulai hitungannya ya...

Anggap beli airnya yang harga Rp. 350ribu per tangki
Dan kebetulan dapat mobil tangki yang kapasitas airnya 7.000 liter
  • Maka harga per liter airnya adalah : Rp. 350.000/7.000 liter = Rp. 50/liter
  • Satu galon isinya 19 liter, anggap tambah 1 liter lagi digunakan untuk pembilasan jadi total 1 galon itu isi adalah 19 liter + 1 liter = 20 liter

Maka dalam 1 galon air modal pokok bahan baku air nya saja adalah : 20 liter x Rp. 50 = Rp. 1.000

Itu baru modal bahan baku airnya saja.

Kompenen biaya selanjutnya adalah tutup galon, harga nya bervariasi antara Rp. 100 – Rp. 120


Tisu galon harganya Rp. 70 – Rp. 80

Listrik, untuk depot air pegunungan ini cukup menggunakan listrik dengan daya 900 watt (4 ampere), biasanya depot yang omsetnya udah 100 galon perhari, tagihan listriknya sekitar Rp. 150ribu.

Perawatan untuk depot air pegunungan ini paling hemat yakni lebih kurang Rp. 100 ribu/bulan

Ayok kita gabungan perhitungan angka-angka di atas ya...
Kita anggap omset depot baru mencapai rata-rata 50 galon per hari.

Maka omset 1 bulan adalah lebih kurang : 50 galon x 30 hari = 1.500 galon/bulan
Dan harga jual adalah Rp. 4.000 per galon.

Omset kotor :

  • Omset perhari = 50 galon/hari x Rp. 4.000 = Rp. 200.000
  • Omset per bulan = Rp. 200.000 x  30 hari = Rp. 6.000.000/bulan

Pengeluaran Biaya per bulan :

  • Bahan baku air Rp. 1.000/galon x 1.500 galon = Rp. 1.500.000
  • Tutup Rp. 120/galon x 50 galon x 30 hari = Rp. 180.000
  • Tisu Rp. 80/galon x 50 galon x 30 hari = Rp. 120.000
  • Listrik Rp. 150.000
  • Perawatan depot Rp. 100.000

Total biaya per bulan : Rp. 1.500.000 +  180.000 + Rp. 120.000 + Rp. 150.000 + Rp. 100.000 = Rp.  2.050.000

Maka keuntungan yang bisa di dapat :
Rp. 6.000.000 –Rp. 2.050.000
= ............... (kurangkan sendiri hasilnya, hehe...)
Lumayan kan untuk depot yang baru buka.

Kalau mau lebih giat lagi, insya Allah bisa lebih banyak lagi dapatnya.

Dapat 80 galon per hari, wah masya Allah Bagai mana kalo sudah mencapai 100 galon per hari... wuiihhh manisnya.

Bagaimana ternyata bisa 200 galon per hari...wah makin gak nahan.

Catatan Penting :
Itungan di atas anggap depotnya baru buka jadi omset baru mencapai 50 galon per hari, kalo marketing depotnya jago insya Allah omset bisa jauh lebih banyak dari itu, 100 galon dan 200 galon bisa.

Perhitungan di atas saya anggap :

  1. Anda sendiri yang terjun langsung mengurusnya, belum pakai anggota karyawan
  2. Tempatnya usaha punya sendiri  tidak menyewa
  3. Belum pakai armada untuk antar jemput
  4. Tidak memakai hadiah/kupon untuk konsumen


Karena faktor-faktor di atas tidak bisa distandarkan.

Misal :
Kalau tempat usaha depot nya sewa maka harga sewa tempat itu sangat bervariatif, 

Begitu juga dengan gaji karyawan juga tidak bisa distandarkan.
bisa Rp. 600.000/bulan bisa Rp. 1,5 juta per bulan atau main persen/komisi per galon ada yang Rp. 500/galon, Rp. 1.000/galon.

Begitu juga hadiah/kupon untuk konsumen juga bervariatif nilainya mulai dari Rp. 150/galon sampai Rp. 1.000/galon.

Tapi setidaknya anda sudah mulai paham sedikit hitung-hitungan kasar keuntungan per galon dari usaha depot air minum ini kan...?

Kalo masih belum paham, boleh kita diskusikan kok...^_^

Kita lanjut hitungan ke jenis depot yang kedua yakni :



2. Menghitung Omset dan Keuntungan Depot Air Mineral

Kita anggap depot air mineralnya menggunakan bahan baku air PAM (PDAM), tarifnya adalah Niaga 1 (N1). 

Biasanya untuk depot yang omset 50 galon per hari tagihan bulanan rekening airnya adalah sekitar Rp. 200.000-Rp.300.000. Kalo tarif PAM masih di bawah Niaga yakni 

Tarif Rumah Tangga bisa lebih murah lagi tagihannya.

Dan bagaimana kalo bahan baku air untuk usaha depotnya malah tidak beli.
Misal dari sumur bor, sumur korek, atau mata  air yang langsung mengalir, maka biaya bahan baku ditiadakan karena tidak beli.

Untuk biaya listrik, tutup galon, tisu sama dengan depot air pegunungan.
Yang agak beda di biaya perawatan, depot air mineral agak lebih sedikit banyak di penggunaan filter (penyaring), untuk bahan baku air yang tidak terlalu parah biaya perawatan sekitar Rp. 200.000

Maka perhitunganya adalah :

  • Omset masih kita anggap 50 galon per hari... anggap masih pemula dan baru buka depot
  • Harga air Rp. 4.000/galon
Omset Kotor per hari adalah : 50 galon x Rp. 4.000 = Rp. 200.000, omset per bulan : Rp. 200.000 x 30 hari = Rp. 6.000.000

Biaya :

  • Tagihan rekening PAM per bulan Rp. 200.0000
  • Tutup Rp. 120/galon x 50 galon x 30 hari = Rp. 180.000
  • Tisu Rp. 80/galon x 50 galon x 30 hari = Rp. 120.000
  • Listrik Rp. 150.000
  • Perawatan Rp. 200.000

Total biaya per bulan : Rp.200.000 +  180.000 + Rp. 120.000 + Rp. 150.000 + Rp. 200.000 = Rp.  850.000

Maka keuntungan yang bisa di dapat :
Rp. 6.000.000 –Rp. 850.000
= ............... (silahkan kurangkan sendiri hasilnya, hehe...)

Bagai mana kalo sudah mencapai 100 galon per hari... wuiihhh manisnya.

Kemudian kita lanjutkan ke jenis depot yang terakhir yakni 



2. Menghitung Omset dan Keuntungan Depot RO

Nah ini jenis depot yang agak tipis untungnya tapi besar resiko dan besar biaya perawatannya.

Semua depot di atas, baik depot air pegunungan depot air mineral dan depot dengan sistem RO ini masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. 


Karena poin saat ini kita lagi membahas tentang hitung-hitungan modal pokok per galon dan berapa untung yang didapat per galonnya, maka depot RO adalah jenis depot yang tipis untungnya dan besar biayanya dibanding jenis depot yang lain.

Pada depot air isi ulang selain sistem RO, yakni depot air pegunungan dan depot air mineral setiap stok air yang tersedia di depot bisa dijual semua. Maksudnya begini, jika di depot ada stok bahan baku  air sebanyak 1.000 liter, maka 1.000 liter stok tadi semua bisa di jual.

Tetapi tidak pada depot air dengan sistem RO.
Jika di depot ada stok air sebanyak 1.000 liter, maka yang bisa dijadikan air RO yang bisa dijual adalah sebanyak 200 – 400 liter saja. Sisanya yakni 600 – 800 liter terbuang jadi limbah.

Begitu juga dengan konsumsi listrik, depot dengan sistem RO lebih banyak konsumsi listriknya dibanding dengan depot lainnya karena ada tambahan rangkaian mesin RO dan rangkaian mesin RO ini dihidupkan jika ingin memproduksi air RO.

Perawatan depot dengan sistem RO juga lebih mahal karena pemakaian filter/penyaringan jadi lebih banyak dan membran RO jika sudah mulai sumbat harus dicuci dan tentu ini menambah biaya juga.

Ayo kita mulai aja hitung-hitungan kasar jenis usaha depot dengan sistem RO ini ya
Kita anggap depot RO nya menggunakan bahan baku air PAM dengan tarif niaga 1 (N1), dan omset lebih kurang 50 galon per hari, maka omset satu bulan adalah 50 galon x 30 hari = 1.500 galon/bulan

Biaya tutup dan tisu sama dengan jenis depot lainnya.

  • Biaya tutup per hari = 50 galon x Rp. 120 = Rp. 6.000, biaya tutup per bulan = Rp. 6.000 x 30 hari = Rp. 180.000
  • Biaya tisu per hari = 50 galon x Rp. 80 = Rp. 4.000, biaya tisu per bulan = Rp. 4.000 x 30 hari = Rp. 120.000
  • Biaya tagihan rekening PAM untuk omset dan jenis tarif PAM di atas biasanya sekitar Rp. 300.000
  • Biaya tagihan rekening listrik sekitar Rp. 200.000
  • Biaya perawatan yakni Rp. 300.000

Maka kalkulasi total biaya per bulan untuk depot dengan sistem RO ini adalah  :
Rp. 180.000 +  120.000 + Rp. 300.000 + Rp. 200.000 + Rp. 300.000 = Rp.  1.100.000

Jika harga jual air RO per galon adalah Rp. 5.000,
Omset Harian 50 galon = 50 x Rp. 5.000
= Rp. 250.000

Omset satu bulan =..... (isi sendiri)
Berapa keuntungan per bulan nya
= Omset satu bulan - Biaya Pengeluaran
= .........

Silahkan Anda kurangkan sendiri ya...

INGAT YAA...
Perhitungan di atas saya anggap :

  • Anda sendiri yang terjun langsung mengurusnya, belum pakai anggota karyawan
  • Tempatnya usaha punya sendiri  tidak menyewa
  • Belum pakai armada untuk antar jemput
  • Tidak memakai hadiah/kupon untuk konsumen

Mungkin ada yang agak bingung ya dengan penjelasan saya di atas... dimaklumin ya, hehe...

Yang jelas gampangnya seperti yang udah saya jelaskan di awal-awal di atas, jenis depot yang paling menguntungkan adalah jenis depot air mineral, kemudian jenis depot air pegunungan, kemudian adalah jenis depot dengan sistem RO.

Lalu mungkin ada yang bertanya juga...?
Jadi jenis depot mana yang harus dipilih dong....

Maka ada beberapa faktor yang harus anda pertimbangkan :

* Perhatikan jenis depot yang sudah buka duluan di sekitar Anda
* Selera atau Pilihan masyarakat/target calon konsumen depot
* Sumber air bahan baku yang akan digunakan
* Daya listrik untuk depot
* Kemampuan modal
* Kemampuan diri

Paling gampangnya gini aja :
Kalau disekitar Anda sudah banyak depot air yang dibuka adalah depot air mineral, kondisi masyarakat adalah menengah ke bawah, daya listrik di bangunan depot adalah 900watt, kemampuan modal Anda sedang-sedang saja, dan Anda termasuk yang maunya tenang-tenang aja gak terlalu suka yang ribet-ribet.
Saran saya langsung putuskan aja buka depot air mineral.

Tapi jika depot yang sudah banyak buka di sekitar Anda adalah jenis depot RO, kemampuan modal Anda agak lumayan dan Anda  siap mental kalo ada yang ribet-ribet sikit, maka boleh lah Anda putuskan buka depot air dengan sistem RO.

Yang netral dan dimana pun oke itu adalah jenis depot air pegunungan. Diterima di semua masyarakat.

Yang paling banyak untungnya, tentu Depot Air Mineral.

Mau tanya tentang pemasangan depot air minum...?

Hubungi kami :
Abdullah Water
HP : 0812-6088-5384

Salam Sukses
.
.

1 Response to "Gimana Seh Prospek Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Sekarang Ini...? Apakah Masih Cerah....?"

  1. SEO BLAZZ WEB Melayani Jasa Pembuatan Website, SEO. Jasa pembuatan website company profile, Toko Online, website travel, Air Isi Ulang ,website sekolah dll , Silahkan hubungi kami No HP/WA 0853 1122 7287 sekarang juga untuk berkonsultasi mengenai website yang anda inginkan.

    BalasHapus